WELCOME TO MY BLOG

Minggu, 02 September 2012

materi bahasa indonesia kelas XII

  • Membedakan fakta dan opini
Perbedaan antara fakta dan opini adalah fakta adalah sesuatu yang secara empiris benar dan dapat didukung oleh bukti sementara dan bisa juga sebafai suatu pendapat yang berasal dari  sebuah keyakinan yang mungkin didukung atau tidak mungkin didukung dengan beberapa jenis bukti. Opini biasanya sebuah pernyataan subyektif yang berasal dari sikap emosinal  atau interpretasi fakta yang didapatkan oleh individu. Misalnya, perbedaan biologis antara pria dan wanita adalah sebuah fakta sementara preferensi untuk salah satu jenis kelamin dengan lainnya adalah pendapat.


  • MESKIPUN perbedaan antara fakta dan opini biasanya terhenti pada wacana, apakah keduanya itu objektif atau subjektif ?namun fakta dalam beberapa kasus bisa menjadi subyektif. Fakta subjektif dapat disampaikan berdasarkan perasaan seseorang. Jika Anda memberitahu seseorang bahwa Anda sedang sedih, yang menunjukan fakta subjektif tentang keadaan emosi Anda. Di sisi lain jika saya memberitahu Anda bahwa Anda kelihatan sedang sedih, pernyataan ini akan memenuhi syarat hanya sebagai pendapat saya terlepas dari apakah itu benar tidaknya.

    Sebuah Fakta dikatakan benar apabila diyakini kebenarannya. Karena keyakinan adalah identik dengan pendapat, orang yang membuat pernyataan faktual juga memegang pendapat bahwa fakta adalah benar. Oleh karena itu semua fakta yang disertai dengan pendapat meskipun pendapat tidak memerlukan fakta-fakta pembenaran akan di percaya mereka, sehingga ada  pernyataan bahwa setiap orang berhak atas pendapat mereka sendiri.

    Membedakan fakta dari opini sering sulit, dan selama berabad-abad filsuf telah mencoba untuk menemukan apa yang benar-benar dapat memenuhi syarat sebagai fakta daripada pendapat. Ini cabang filsafat disebut epistemologi, studi tentang batas apa yang manusia dapat mengetahui dengan fakta. Selain itu, semua dari sisa ilmu modern di atas dasar fakta cerdas dari opini dan metodis bertujuan untuk menemukan pengetahuan yang benar atau fakta. Sulit untuk mengklaim sesuatu yang merupakan fakta jika tidak jelas yang jelas, seperti perbedaan biologis dalam jender, karena fakta sering terbukti salah. Misalnya, berabad-abad yang lalu dunia dianggap datar dan ini diselenggarakan sebagai fakta oleh mayoritas orang. Seperti yang kita ketahui sekarang, yang berpendapat dunia ini datar adalah sebuah  pernyataan yang berasal dari  pendapat usang. Dari contoh ini kita bisa melihat bahwa mereka yang berpikir bahwa bumi itu tidak datar yang semula dikomunikasikan pendapat tersebut yang akhirnya ditemukan kebenarannya, yang menunjukkan bahwa fakta sebelumnya  hampir selalu ditantang.
     
  • membaca dan memahami artikel 
Artikel adalah istilah yang sering dipakai oleh majalah – majalah. Sebagaimana jurnalisme mensakralkan fakta, artikel pun menegaskan muatan fakta sebagai isi sajiannya, bukan fantasi. Artikel ialah tulisan non fiksi yang mengangkat berbagai kejadian, pergerakan, kecenderungan, dan proses sosial yang terjadi di masyarakat .

Artikel dibuat dengan berbagai tujuan, yang dibedakan sebagai berikut:

1.    Tujuan Penugasan (assgument purpose)
Tulisan dibuat untuk kepentingan penugasan, ‘bukan kemauan sendiri ‘. Misalnya, tugas penulisan sekolah, tugas keperluan kantor/ lembaga/ organisasi.

2.    Tujuan Altruistik  (altruistc purpose)
Tulisan artikel yang ditujukan untuk menyenangkan pembaca, menghibur pembaca, membantu pemahaman pembaca tentang sesuatu hal, mendukung perasaan dan penalaran pembaca,membantu pembaca dalam menyelesaikan soal-soal keseharian. Inti tujuan altruistik adalah bagaimana artikel yang dibuat dapat dan akan dibaca oleh pembaca yang dituju.

3. Tujuan Persuasif (Persuasive Purpose)
Artikel ditulis untuk tujuan menyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan yang akan diutarakan.

4. Tujuan Informatif (Informational Purpose)
Artikel yang ditulis untuk memberikan informasi atau keterangan atau penjelasan kepada pembaca mengenai sesuatu hal.

5. Tujuan Pernyataan Diri (Self-expressive Purpose)
Artikel ditulis untuk tujuan memperkenalkan atau menyatakan eksistensi diri penulis kepada para penbaca yang ditujunya.

6. Tujuan Kreatif (Creative Purpose)
Artikel yang ditulis untuk kepentingan penyaluran kreatifitas tertentu, dengan memakai pendekatan nilai dan norma artistic budaya/ seni. Kemasan artistik mendominasi wilayah pengucapan penulis. Antara ide dan gaya dapat dipadukan, dan menjadi penulisan yang utuh.

7. Tujuan Pemecahan Masalah (Problem-Solving Purpose)
Artikel ditulis untuk tujuan penulis yang hendak membantu suatu pemecahan masalah. Penulis coba memjelaskan, menjernihkan serta menjelajahi dan meneliti secara cermat persoalan melalui penjabaran ide atau gagasan yang dianggap dapat membantu pembaca dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

            Untuk mempermudah memahami artikel, ada  beberapa hal yang perlu diperhatikan, dianaranya:

1. Mengenali topik bacaan.
Jika Anda pergi ke toko buku atau perpustakaan. Anda ingin mengetahui apa yang dibahas dalam buku yang Anda pilih. Untuk keperluan tersebut, Anda melakukan membaca cepat beberapa menit (browsing) untuk melihat bahan yang dibaca. Sekedar untuk mengetahui isi bacaan. Hal ini juga dapat dilakukan ketika akan memilih artikel di majalah dan surat kabar(kliping).

2. Mengetahui pendapat orang (opini). 
Di sini Anda sudah mengetahui topic yang dibahas, selanjutnya Anda ingin mengetahui pendapat penulis itu terhadap masalah yang dibahas. Untuk itu, Anda tinggal membaca tulisan yang ada di tajuk surat kabar tersebut. Anda cukup membaca paragraf pertama atau akhir yang biasanya memuat kesimpulan yang dibuat oleh penulisnya (redaksi).

3. Mendapatkan bagian penting yang diperluan.
Anda perlu melihat semua bahan bacaan itu untuk melihat ide yang bagus, tetapi tidak perlu membaca setiap kata, kalimat, bahkan alinea secara lengkap.
4. Mengetahui organisasi penulisan.
Dengan teknik membaca cepat maka dapat segera mengetahui urutan ide pokok dan cara semua materi disusun dalam kesatuan pikiran, serta mencari hubungan antarbagian dalam bacaan itu.

5. Melakukan penyegaran atas apa yang pernah dibaca.
Misalnya dalam mempersiapkan ujian atau sebelum menyampaikan ceramah.

  • Menanggapi pembacaan pantun 

Dalam pelajaran ini, Anda diharapkan dapat mendeklamasikan/membacakan puisi lama (berbalas pantun) di depan temanteman dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai; menanggapi pembacaan pantun tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat; dan dapat menerapkan isi pantun dalam kehidupan sehari-hari.

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Pantun pada mulanya merupakan senandung puisi rakyat Melayu yang didendangkan. Pantun diciptakan dalam bentuk lisan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan terhadap seseorang ataupun suatu peristiwa yang bertujuan untuk menyindir, berjenaka, memberi nasihat, atau bersuka ria. Tidak ada yang mengetahui, siapa yang mengarang pantun. Pantun sudah menjadi milik bersama, yang tersebar dari mulut ke mulut sampai sekarang.
Seperti halnya puisi, pantun juga dibaca disertai dengan irama. Hal ini bertujuan agar isi pantun enak didengar dan memberi kesan mendalam bagi yang mendengarnya. Anda juga mungkin pernah membaca pantun, bahkan juga menulis pantun. Di Kelas X, Anda sudah mempelajari jenis puisi lama berupa pantun. Coba Anda ingat-ingat kembali. Pada saat membacakan pantun, lafal, intonasi, dan ekspresinya harus tepat. Hal ini dimaksudkan agar pantun yang disampaikan dapat dinikmati, direnungkan maknanya, dan isinya dapat diterima atau ditangkap dengan baik oleh pendengar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar